Lombok Tengah, mediame.id – Tim hukum 99 Iqbal – Dinda, Apriadi Abdi Negara mewarning Plt Direktur Utama Bank Syariah supaya tidak mengeluarkan CSR untuk acara Khazanah Ramadhan 2025 karena kegiatan tersebut disinyalir ada motif terselebung dari oknum Dinas Pariwisata Provinsi NTB.
“Kuat dugaan, ada prosedur yang di langgar oleh oknum Dinas Pariwisata NTB,” kata sapaan Abdi ini, Minggu 9 Maret 2025.
Prosedur yang dilanggar itu kata Abdi, pertama mengganti Event Organizer (EO) lokal ke EO beralamat luar NTB yang mana disitu ada anak kandung dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang ikut terlibat.
Kedua, tidak ada disposisi dari pemegang saham Bank NTB Syariah dalam hal ini Gubernur NTB pada proses kegiatan tersebut. Tidak hanya itu saja, secara politik terlihat seakan oknum Dinas Pariwisata NTB ingin ciptakan matahari kembar.
“Gubernur NTB belum membuat peraturan terkaiat isu efesiensi anggaran tetapi kok sudah maju dan melaju Kepala Dinas Pariwisata yang dulu pernah diberikan sanksi administratif atas pelanggaran netralitas ASN oleh BAWASLU NTB karena terbukti terlibat aktf dalam memberikan dukungan secara terang benderang ke salah satu pasangan Cagub, yang bukan Iqbal – Dinda,” tegasnya.
Sekali lagi lanjut Abdi, terhadap Plt Dirut Bank NTB Syari’ah maupun Direksi corporation yang membidangi pengelolaan dana CSR untuk berhati-hati karena rezim ini berbeda dari sebelumnya.
Yang mana Meritokrasi tidak saja berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tetapi juga bagi pegawai BUMD yang penyertaan modalmya dari Pemerintah Provinsi NTB. “Jadi Jangan ada raja – raja kecil, sebab hal ini yang menimbulkan Korupsi Kolusi dan Nepotisme yang sulit di berantas dalam birokrasi di Pemerintah Provinsi NTB,” ujarnya.
Oleh karena itu warning Plt Dirut Bank NTB Syariah supaya tidak mengeluarkan dana nasabah melalui Corporate social responsibility (CSR) untuk kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. (ME.red)