Lombok Tengah, MediaMe.Id. Gubernur NTB Dr. Zulkiplimansyah memuji langkah berani Bupati Lombok Tengah Pathul Bahri membangun Sirkuit berkelas Internasional padahal biaya pembuatan Sirkuit tidak sedikit. “Tidak ada Bupati seberani ini, ini namanya nekat dan Alhamdulillah ternyata hasilnya luar biasa” kata Gubernur saat menghadiri Launching dan Lebaran Ketupat di Sirkuit Motor Cross Internasional 459 di Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah, NTB, (9-05).
Dr. Zul sapaan Red Gubernur NTB ini mengatakan, menyelenggarakan event besar seperti Moto GP saja membutuhkan 200 milyar, WSBK 40 milyar tidak geratis tetapi karena keinginan yang kuat dan di dukung oleh masyarakat maka bisa diselesaikan.
Mantan politisi Senayan dari Partai PKS, juga memuji Bupati Lombok Tengah Pathul Bahri yang tiada henti hentinya memikirkan rakyatnya. Dengan membangun Sirkuit ini adalah bentuk perhatian pemimpin kepada masyarakatnya. “Kalau di selatan ada motor GP, maka di utara ada motor cross. Tetapi setiap event ini memaksa kita berubah. Tak mungkin akan terkenal” kalau toliet kita kotor. Internasional event memaksa kita harus berubah. Masyarakat Lombok Tengah harus di paksa berubah dengan cara menghadirkan event internasional nantinya” kata Gubernur.
Gubernur kedepannya berharap agar banyak event di gelar di tempat ini bahkan pemerintah Provinsi NTB siap menjadi donatur hadiah jika Event Lomba Motor Cross dilakukan sekali dalam dua bulan.
“Nanti Provinsi NTB siap jadi sponsor untuk cari hadiah jika ini dilaksanakan dua bulan sekali, dananya melalui Bank NTB” jelasnya.
Gubernur sendiri penasaran dengan Sirkuit dan mengajak Bupati Lombok Tengah untuk menjajal lintasan Sirkuit. “Besok saya ingin tes Sirkuitnya sama pak Bupati” tutupnya.
Sementara itu Bupati Lombok Tengah, HL. Pathul Bahri meyampaikan,” Semoga Sirkuit 459 Lantan ini bisa di pelihara dan di rawat dengan baik dan mampu memberikan daya Dorong perekonomian menjadi lebih baik lagi khususnya di Utara Loteng”, terangnya.
Sirkuit Motocross 459 Lantan ini adalah buah karya masyarakat Lombok Tengah bukan hasil Pathul – Nursiah, pungkasnya. (ME. Red)



