Pathul : Sebuah Karya Seni Semestinya Di Hargai Dan Rawat

Lombok Tengah, MediaMe.Id. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lombok Tengah (DPRD) M. Tauhid,  TNI-Polri, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) membahas persoalan yang terjadi terkait pemasangan miniatur Presiden RI Joko Widodo yang sedang mengendarai Sepeda Motor di Sirkuit The Mandalika yang kemudian di soal beberapa kalangan.

Soal persepsi miniatur atau patung Presiden yang akan di pasang tersebut yang berkembang kemudian di masyarakat boleh dan tidakya itu hal yang wajar.

Pathul mengatakan “miniatur patung Jokowi yang sedang mengendarai motor yang akan di pasang tersebut adalah sebuah karya seni, untuk memberikan penghargaan kepada beliau atas dedikasiya mengembangkan daerah kita diantaranya telah dibangunya Sirkuit MotoGP yang bertarap internasional dan ditetapkan The Mandalika Kuta Kecamatan Pujut sebagai salah satu destinasi super prioritas yaitu kawasan Ekonomi Khusus (KEK)” jelasnya, di Kantor Bupati, 04 – 03.

Selanjutnya Bupati Lombok Tengah ini meyampaikan, ‘telah menelaah secara mendalam bersama MUI dan FKUB tentang hal ini dan ini adalah merupakan sebuah karya seni anak bangsa dan seyogyalah kita jaga dan hargai’, pintanya.

Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi NTB ini, berharap untuk tidak memperuncing soal kecil ini sehingga terganggu kondusifitas di daerah Tatas Tuhu Trasna yang sedang menggeliat ekonomiya di sektor pariwisata.

Pathul lebih jauh mengatakan sudah terlambat kalau hal seperti ini kita perdebatkan, contoh miniatur patung seperti ini telah bayak kita lihat, itu di depan Kantor Kodim 1620 ada patung, di Kopang juga ada, ada patung Sapi di Lobar, jadi sudahlah mari kita jaga kondusifitas daerah kita bersama karna ini adalah merupakan sebuah karya seni biasa, pungkasnya. (ME. Red)