Soal Pengeroyokan Siswa SMK Al- Hasanain, Pihak Yayasan Enggan Disalahkan, “Mendukung Tempuh Jalur Hukum”

  • Share

Lombok Tengah,MediaMe.Id. Persoalan aksi pengeroyokan yang dilakukan gerombolan siswa SMK Al- Hasanain NU Desa Braim Kecamatan Praya Tengah kepada salah seorang siswa kelas 10, Lalu Ade Rohmadane beberapa waktu lalu enggan ditanggapi serius pihak sekolah.

Pihak yayasan yang menaungi sekolah tersebut enggan bertanggung jawab lantaran merasa sudah melakukan yang terbaik terhadap aksi pengeroyokan tersebut.

Pimpinan Pondok Pesantren Al – Hasanain NU Braim, TGH Asrorulhaq, Lc., MH.I di ruang Kepala Madrasah SMK Al -Hasanain menyatakan, pihaknya membantah adanya aksi pengeroyokan yang dilakukan beberapa siswa terhadap salah seorang siswa kelas 10 tersebut. Pihaknya lebih tepat mengatakan kalau kejadian itu merupakan perkelahian yang dilakukan oleh antar siswa. “Tidak ada aksi pengeroyokan, melainkan perkelahian yang terjadi antar siswa,” ungkapnya.

Menurutnya, aksi perkelahian yang dilakukan antar siswa juga sudah dilakukan proses mediasi dengan memanggil masing-masing Wali Siswa beberapa waktu lalu. Namun pada saat proses mediasi yang dilakukan pihak sekolah waktu itu Wali Siswa yang merasa di keroyok tidak menghadiri proses mediasi.

Namun Wali Siswa itu justru datang sendiri di waktu terpisah ke sekolah meminta agar anaknya untuk sementara waktu tidak bisa masuk sekolah karena masih di rawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ). “Karena hal itu kemudian kami menganggap persoalan ini sudah selesai dan tidak diperpanjang semua pihak,” terangnya.

Namun di saat pihak Sekolah menganggap persoalan perkelahian ini sudah selesai dengan perdamaian. Disisi lain belakangan justru pihak Yayasan mengetahui kalau pihak yang merasa menjadi korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak Kepolisian. Dan sikap menyerahkan persoalan itu ke jalur hukum mendapatkan dukungan penuh dari pihak Yayasan. “Kami sangat mendukung jalur hukum yang di tempuh salah seorang siswa yang berkelahi sebagai bentuk menyelesaikan persoalan ini,’ tegasnya.

Pihaknya berharap melalui proses hukum yang di tempuh salah seorang siswa yang berkelahi. Diharapkan mampu sebagai upaya untuk memperjelas kejadian yang terjadi dan sebagai efek jera bagi siswa lainnya agar tidak mengulangi kejadian serupa di Sekolah kedepannya.

“Kami sangat mendukung langkah hukum ini, bahkan kami dia untuk panggil jika dibutuhkan keterangan nanti oleh pihak Kepolisian,” akunya.

Dan menjawab pertanggung jawaban yang di minta pihak keluarga kepada Sekolah menurutnya sudah dilakukan dengan maksimal. Namun jika pihak keluarga menuntut kerugian materi kepada pihak sekolah tidak bisa diindahkan.

Pihak Yayasan mengaku justru akan mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku nanti jika terbukti bersalah di mata hukum. “Bahkan untuk tidak terjadi kejadian ini kedepannya kami sudah membuat keputusan tegas dengan menerbitkan sangsi bagi siswa jika melakukan kesalahan kategori besar,” jelasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah,. Iptu Riski Ridho Aditya dikonfirmasi via WhatsApp nya terkait perkembangan penanganan laporan aksi pengeroyokan tersebut hanya mengatakan kalau akan menanyakan dulu kepada penyidiknya.

Namun hingga berita ini diturunkan tidak ada lagi jawaban yang dilayangkan terkait konfirmasi yang dilakukan wartawan. (Me.red)

  • Share