Lidik NTB Pertanyakan ijin Pelayanan Vaksin Meningitis Yang Dilakukan Laboratorium Klinik Cyto

  • Share

Lombok Tengah, Mediame.id – Pelayanan vaksin meningitis yang dilakukan oleh Laboratorium Cyto dipertanyakan legalitasnya oleh LSM LIDIK NTB. Hal ini dikarenakan Laboratorium Klinik Cyto merupakan sebuah laboratorium Yang dalam ijin dari Dinas Penanaman modal Dan Pelayanan satu pintu Kabupaten Lombok Tengah maupun Dinas Kesehatan Lombok Tengah disenyalir belum mengeluarkan ijin pelayanan vaksin Luar negeri.

Sahabudin alias citung Ketua Lidik NTB mengatakan bahwa jika dilihat dari ijin pelayanan dari Dinas Penanaman modal Dan pelayanan terpadu satu pintu Kabupaten Lombok Tengah nomor 0001/SIL. K/111/2021/DPMTSP Dan nomor rekom dinas kesehatan 900/173/Kes/2020 diantaranya Pelayanan Antigen, pelayanan Lab Antigen, dan Swab PCR.

“Dasar kemitraan dengan KKP itu Laboratorium Klinik Cyto saat itu diberi rekomendasi oleh Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Ada kejanggalan menurut Budin, bahwa saat dilakukan investigasi langsung ke Laboratorium klinik cyto Yang beralamat di Jalan Basuki Rahmat Praya, ditemukan adanya dugaan tenaga analis yang menjadi vaksinator meningitis.

“Saya mempunyai bukti vaksinatornya bukan perawat Yang menangani pasien Yang berencana berangkat umrah,” tuturnya.

Untuk itu ia akan mempertanyakan secara langsung ke dinas kesehatan terkait ijin operasi dari laboratorium klinik cyto.

Selain itu tambah citung akan mempertanyakan bidang lainnya berkaitan dengan praktek laboratorium klinik cyto tersebut.

“Ya selain ijin pelayanan, saya akan mempertanyakan juga mengenai pengolahan limbah, MOu dengan Angkasa Pura sebab selama pandemi covid-19 hanya laboratorium Klinik Cyto Yang boleh beroperasi di Bandara International ZAM,” imbuhnya.

Sementara owner Laboratorium klinik cyto Luluk Handayani mengatakan pelayanan vaksin meningitis sudah berjalan 3 bulan Yang lalu.

“Biaya satu kali pelayanan vaksin meningitis saat ini sebesar Rp305 ribu dan sebelumnya itu kami promosi dengan biaya Rp290 ribu,” jelasnya.

Mengenai system pelayanan vaksin meningitis Luluk menambahkan bisa mengikuti permintaan.

“Kami menerima pasien di Praya juga mengikuti permintaan, jikalau diminta datang diatas 5 orang kami datang,” tutupnya.(ME.red)

  • Share