Dampak Pandemi, Kasus Perceraian di Loteng Melejit

  • Share

Lombok Tengah, MediaMe.Id. Kasus perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama (PA) Praya terus meningkat tajam di tambah dampak pandemi covid-19 yang berimplikasi langsung ke sektor perekonomian karna pembatasan aktivitas sehari-hari menjadi pemicu angka perceraian di tambah dengan media sosial (Medsos) yang marak.

Ketua Pengadilan Agama, melalui Humas PA Basarudin, SHI, M. Pd. meyampaikan “angka kasus perceraian yang masuk sampai Bulan September, 2021, untuk kasus cerai talak 212, sementara untuk kasus cerai gugat 1172 kasus” , terangnya di ruang Humas PA Praya, 30 – 09.

Selanjutnya Basarudin, SHI mengatakan untuk kasus perceraian yang masuk di “Tahun 2020 untuk Cerai Talak atau pihak suami yang mengajukan gugatan cerai sebayak 275 orang dan Cerai Gugat dimana pihak istri yang menggugat sebayak 1008 orang” .

Lanjut Humas PA yang pernah bertugas di Tarakan Kalimantan Utara ini mengatakan dari kasus perceraian yang ditangani Pengadilan Agama (PA) “penyebabya rata rata pertengkaran secara terus menerus dan faktor dominanya masalah ekonomi, tetapi cerai bawah tangan yang paling bayak”, jelasnya.

Basarudin menyampaikan “Cerai bawah tangan”, menjatuhkan talak kepada pasanganya tidak melalui Pengadilan Agama sehingga bukti surat perceraianya tidak ada dan ini paling banyak yang terjadi dan tetuya akan merugikan salah satu pihak, ungkapnya.

Pengadilan Agama sebagai kepanjangan tangan negara yang menjalankan hukum positif negara untuk melindungi hak hak masyarakatya terutama hak para wanita, jadi jika talakya tidak di Pengadilan Agama masih terhitung pertengkaran, ujarnya. (ME. Red)

 

 

  • Share