Sambut Gelaran WSBK TNI-Polri dan Kemenag Loteng Bahu-membahu Lakukan Serbuan Vaksinasi

  • Share

Lombok Tengah, MediaMe.Id. Sambut gelaran World Super Bike (WSBK) dan MotorGP, November mendatang, Komando Distrik Militer (Kodim) 1620/Loteng, bersama dengan Polres dan Kemenag di Kabupaten Lombok Tengah, bahu-membahu mempercepat tercapainya Herd Immunity bagi masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah-sekolah/Pondok Pesantren.

Kodim bersama dengan Polres dan Kemenag serta Instansi terkait lainnya terus melakukan akselerasi vaksinasi Covid-19. Targetnya minimal 70 persen masyarakat sudah mendapatkan suntikan vaksin hingga akhir tahun.

Untuk mendukung target tersebut, meski dimalam hari, serbuan vaksinasi pun terus digencarkan. Bahkan pada malam hari ini, Jum’at (10/9/21), gebyar vaksinasi kepada ratusan santri di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Jihadul Ummah NW Waker, Desa Puyung Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah terus dilakukan tanpa mengenal waktu.

Komandan Kodim (Dandim) 1620/Loteng, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, S. IP., bersama dengan Kapolres Loteng AKBP. Hery Indra Cahyono, S. H, S.I.K, M.H, dan Kakankemenag Kabupaten Loteng H. Zamroni Aziz, SHi, MH., yang di dampingi oleh Pimpinan Pondok Pesantren, TGH. Abdus Syakur, QH.,M.PD.I., saat melakukan kunjungan memantau langsung pelaksanaan kegiatan hingga selesai.

Pada kesempatan itu, Komandan Kodim menyampaikan NTB memang menjadi prioritas lantaran pada November ada agenda berskala internasional. Tahun depan juga direncanakan akan diselenggarakan World Super Bike (WSBK) dan MotoGP. Dandim berharap wilayah Lombok Tengah bisa mengejar target minimal 70 persen harus dicapai akhir tahun ini.

“Upaya vaksinasi massal yang dilakukan bersama ini sebagai bentuk percepatan serbuan vaksin yang dicanangkan pemerintah dengan target satu juta masyarakat penerima vaksin dalam satu hari, khususnya di Loteng minimal bisa mencapai 70 persen,” ungkap Dandim.

Dandim menilai lingkungan pesantren dianggap punya pengaruh besar di masyarakat. Oleh karena itu, Dirinya meminta para santri di Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Jihadul Ummah NW, untuk tidak takut divaksinasi.

“Wabah Covid-19 harus kita lawan bersama-sama. Dengan menyukseskan serbuan vaksinasi di seluruh lapisan masyarakat, dan mematuhi aturan protokol kesehatan. Semoga dengan ikhtiar baik dan cepat ini, kita semua diberi kesehatan agar dapat memulai kembali pendidikan maupun ibadah tatap muka,” ujarnya.

“Sekali lagi Pondok pesantren menjadi tempat penting untuk program vaksinasi massal. Karena Ponpes memiliki pengaruh besar di masyarakat untuk turut serta mensosialisasikan pentingnya vaksinasi bagi masyarakat,” tutur Dandim

Menurut Komandan Kodim, para santri maupun pembina Ponpes akan mampu mempengaruhi masyarakat lain. Sehingga, masyarakat pun akan senantiasa mau melakukan vaksinasi.

“Jika para santri dan pengasuh pesantren divaksinasi, masyarakat juga akan bersedia divaksinasi,” katanya.

“Gerakan masif vaksinasi masal ini adalah upaya mempercepat memutus mata rantai Covid-19 dan membentuk herd immunity bagi masyarakat. Kali ini menyasar pesantren,” lanjutnya.

TNI Kodim 1620/Loteng bersama Polres Loteng dan elemen terkait akan terus berupaya maksimal menekan laju penyebaran Covid-19. Seperti halnya melalui percepatan vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan dengan menggandeng kalangan atau komunitas. Baik di pesantren, tempat ibadah, mahasiswa, pelajar dan lainnya. (ME. Red)

  • Share