TPF Partai Berkarya Panggil dan Dengar Keterangan Ketua Poktan Bunga dan Oknum TA

  • Share

Mataram, MediaMe.id – Partai Beringin Karya (Berkarya) dalam menjaga Netralitas dan Subyektivitas pengurus guna mengakomodir sejumlah pengaduan yang dilayangkan masyarakat atas persoalan yang melibatkan sejumlah oknum anggota Dewan diduga melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Peraturan Organisasi (PO) sampai berdampak pada pelaporan ke pihak kepolisian.

TPF ini dibentuk bertujuan melakukan pencarian pembuktian agar tercipta rasa dan asas keadilan terhadap pelapor maupun terlapor serta sebagai landasan pemberian sangsi-sangsi baik sangsi administrasi sampai sangsi pemecatan bilamana terbukti atas perbuatan dan akan memulihkan nama baik bilamana oknum tidak terbukti.

Dari sejumlah aduan, TPF mengagendakan sejumlah aduan masyarakat yang dimulai dengan kasus Bantuan kendaraan roda tiga dari Dinas Pertanian dan Peternakan kelompok Tani Bunga Desa Banyumulek Kecamatan Kediri Lombok Barat yang melibatkan oknum anggota dewan berinial TA.

Tim Pencari Fakta Partai Berkarya Dewan Pimpinan Wilayah DPW Partai Berkaya provinsi NTB, telah memanggil baik pelapor maupun terlapor terhadap kasus dugaan penggelapan kendaraan roda tiga yang konon merupakan pokir dari salah seorang oknum TA yang disalurkan melalui dinas pertanian dan peternakan kabupaten lombok Barat, Sabtu, 12/6 bertempat di Hotel Lombok Plaza Mataram.

Agus Kamarwan,SH selaku ketua DPW Partai Berkarya NTB saat ditemui di sekretariat DPW menyampaikan TPF sudah memanggil para pihak untuk dimintai keterangan terkait bantuan tersebut. Selanjutnya TPF akan turun ke lapangan guna mencari fakta-fakta yang belum diungkapkan para pihak.

“TPF juga akan memanggil sejumlah oknum aggota dewan dan oknum anggota partai berkarya lainnya yang diduga melakukan pelanggaran terhadap AD/ART dan Po organisasi,” jelasnya.

Sementara Muniri Ketua kelompok tani Bunga desa banyumulek kecamatan kediri kabupaten Lombok Barat saat ditemui usai memberikan keterangan ke TPF menceritakan semua kejadian yang menimpa dirinya dan kelompoknya atas hibah bantuan kelompok tani berupa kendaraan roda tiga yang diambil oleh orang tua anggota dewan berisial TA.

“Sejak dari jam 10 sampai jam 12 siang dirinya memberikan keterangan secara terperinci kepada TPF,” terangnya.

Selain itu ia menjelaskan tentang proses perdamaian yang dilakukan bersama pihaknya bersama pihak oknum anggota dewan TA dan orang tuanya dimana saat damai dihadiri oleh Kabid pertanian Dinas Kabupaten, Polmas dan sejumlah anggota dan tokoh masyarakat. Bahwa paska perdamaian seolah-olah dirinya merasa terintimidasi dengan berbagai isu dan fitnah sampai dirinya akan dilaporkan masuk penjara.

“Aneh, padahal saya sudah damai dan tertera para pihak dalam surat damai tersebut, kok masih disebar-sebarkan surat dan memecah belah memprofokasi anggota kelompok kami, selain itu selebaran yang disebarkan tersebut telah saya amankan untuk di jadikan alat bukti tambahan,” tegasnya.

Selanjutnya TPF pun telah memanggil oknum TA guna dimintai keterangan dan di jadwalkan pada pukul 14.00 wita sampai selesai.

Atas pemanggilan tersebut TA hadir dan menyampaikan proses tersebut, sampai proses damai pun telah dilaksanakan.

Selanjutnya TPF akan menelusuri dan mencari fakta-fakta lain atas keterangan yang sudah disampaikan pihak pelapor maupun terlapor.(ME.red)

  • Share