Di Paksakan Pengerjaan Jalan Kediri – Praya Harus Selesai Dua Jalur Empat Lajur

  • Share

Lombok Barat, MediaMe.Id. Pengerjaan Ruas Jalan Dua Jalur dan Empat Lajur yang di kerjakan Pemerintah Provinsi NTB atas permintaan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat terlihat dipaksakan pasalnya ruas jalan tersebut adalah merupakan salah satu solusi kemacetan yang selama ini terjadi pada ruas jalan tersebut selain itu juga keberadaan Dua Jalur Empat Lajur merupakan salah satu alternative pengembangan Kecamatan Kediri menjadi Kota Santri.

Selain itu, lebar jalan yang di penuhi bangunan pertokoan serta kurangnya lahan parkir yang nantinya akan berdampak pula saat usai pengerjaan tentu sekali menjadi pertimbangan dasar kendati, hal tersebut bukanlah menjadi persoalan yang mendasar sebaliknya, Pemda Lobar siap pasang badan melakukan pemindahan lahan parkir dan pembersihan sepanjang ruas jalan tersebut saat dan setelah pengerjaan jalan dilaksanakan.

Sekertaris Daerah Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Dr H. Baehaqi, menyampaikan,
” Saya sebagai tokoh Kecamatan Kediri apresiasikan Pemerintah Provinsi atas terlaksananya pengerjaan Jalan Kediri – Praya menjadi 2 jalur dan 4 lajur”
Menurutnya ruas jalan yang akan dikerjakan itu diperkirakan panjangnya sampai di depan Yayasan Ponpes Al Islahudini Kediri Lombok Barat, tidak semuanya. Hal tersebut merupakan salah satu akses terpadat dari Jam 5 Sore sampai Jam 7 Sore, ungkapnya di ruang kerjanya usai menerima tamunya, Rabo, 9 – 06.

Keberadaan Dua lajur tersebut sebagai cikal bakal terwujudnya perencanaan Pemda Lobar bahwa Kecamatatan Kediri yang diploting menjadi basis kota Santri, ungkapnya.

Sekda juga menceritakan atas usulan yang dilakukan oleh Pemkab Lobar yang, sebelumnya Pemda Provinsi NTB mengalokasikan pengerjaan jalan tersebut hanya satu jalur, namun kebijakan satu jalur tersebut menurutnya kurang tepat pasalnya ruas jalan Bengkel – Kediri yang di lokasi tersebut berdiri sejumlah bangunan pertokoan serta pondok pesantren dikenal dengan nama kota santri, yang mana ruas jalan tersebut termasuk ruas jalan terpadat setiap hari sehingga, meminta kepada Pemprov NTB untuk dikerjakan dengan dua lajur, jelasnya.

Memang diakuinya keberadaan dua jalur dalam satu ruas tak menyelesaikan masalah kepadatan dan kemacetan kendaraan di ruas tersebut sehingga walaupun sedikit menabrak aturan dirinya bersama jajaran siap pasang badan.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat Kabupaten Lombok Barat, mengatakan, pengerjaan Dua Jalur dan Empat Lajur tersebut tentunya membutuhkan ruas jalan minimal 24 M2 sehingga Pemda Kabupaten maupun Provinsi NTB, mesti harus melakukan pembebasan lahan dikarenakan kondisi saat ini sepanjang jalan tersebut telah terbangun sejumlah fasilitas pertokoan milik masyarakat kendati kebijakan dua jalur dan empat lajur tersebut belum sesuai, ungkapnya di ruang kerjanya.

Diakuinya pula atas apa yang disampaikan Sekda walaupun pengerjaan dua jalur dengan empat lajur tersebut di kerjakan tentu ada pembatas yang dibuat sebagai sekat di antara jalur kiri dan kanan sebagai pembatas yang di sebabkan keterbatasan lahan.

Demi memastikan pengerjaan jalan Kediri – Praya dua jalur dengan empat lajur pihak media menemui Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Provinsi NTB, Syaifudin menceritakan akan proyek percepatan pengerjaan jalan Bengkel-Kediri, Kediri – Praya, Batunyale – Sengkol.

Diakuinya akan perencanaan awal pengerjaan jalan Kediri – Praya hanya perawatan berkala, namun beberapa kali pihak Pemda Lombok Barat meminta melalu rapat dengan kepala Dinas mengusulkan agar Ruas Jalan Kediri – Praya harus di kerjakan dengan dua jalur dengan empat jalur.

Dirinya juga telah menyampaikan sejumlah kendala dan lebar jalan yang harus di persiapkan, tetapi pihak pemda tegas dan siap pasang badan atas syarat-syarat yang di ajukan ungkapnya.

Selain itu, demi keseriusan Pemda sesuai kesepakan terutama pada kendaraan parkir belanja di sepanjang jalan tersebut pihak Pemda Lobar melalui Dinas Perhungan Kabupaten Lobar telah melakukan pemindahan salah satu kantor desa yang di gunakan menggati lahan parkir, terangnya. (ME. Red)

  • Share