Dinas Pertanian Dan Peternakan Tidak Tau Menahu Setelah Hibah Bantuan Diserahkan Ke Poktan

  • Share

Lombok Barat, MediaMe.Id. Bantuan kelompok tani (poktan) Bunga Desa Banyumulek Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat yang berbuntut pada pelaporan oknum orang tua salah seorang anggota Dewan Kabupaten Lombok Barat berinsial TA yang beralamat di Desa Banyumulek Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat.

Ditemui diruang kerjanya, (9 – 06) Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Barat Ir. H. Muhur Zokhri menyayangkan atas perbuatan oknum BN orang tua daru salah seorang anggota dewan tersebut.

” kami menyayangkan perbuatan oknum tersebut, padahal jelas-jelas bantuan tersebut kami serahkan kepada pemilik bantuan ya ketua kelompok tani tersebut”
Dirinya menceritakan akan begitu selektive dan ketatnya pihak dinas melakukan pebyeleksian terhadap penerima bantuan sehingga kelompok tani tersebut dapat diberikan bantuan hibah kendaraan tersebut.

“Begitu ada proposal usulan bantuan kendaraan tersebut, kami bersama tim melakukan seleksi, terhadap kelompok tersebut, dengan memperhatikan apakah kelompok tersebut aktive atau tidak ? Apakah benar poktan tersebut memiliki anggota sesuai daftar?, dan lain sebagainya” terangnya.

” Banyak sekali persyaratan lainnya termasuk pernyataan ketua kelompok tersebut siap untuk melakukan pemeliharaan terhadap kendaraan tersebut” lanjutnya.

Mengenai kejadian yang menimpa ketua kelompok tani bunga desa banyumulek kecamatan kediri menurutnya sudah sesuai yang dilakukan pihak dinas sendiri, pasalnya pihak dinas telah menyerahkan bantuan kepada Kelompok Tani Bunga selanjutnya menjadi kewajiban kelompok tani penerima bantuan, selanjutnya, Pihaknya akan melakukan pengawasan dan pembinaan sebagai kelompok binaan Dinas Pertanian dan Peternakan.

Dirinya juga menjelaskan mengenai pengambilan yang dilakukan oleh oknum orang tua anggota dewan tersebut dirinya tidak tau sama sekali dan menurutnya mereka baik pelapor maupun terlapor sama-sama warga desa banyumulek dan saling mengenal satu sama lainnya.

“Seperti apa perjanjian mereka dibelakang setelah bantuan tersebut diterima ketua kelompok tani kami tidak tau ! ” tegasnya.
Dirinya menyarankan kejadian ini merupakan pelajaran bagi semua agar tak main-main dalam mengarahkan bantuan-bantuan pemerintah, dan berharap penyelesaian atas kedua belah pihak diselesaikan dengan baik . (ME. Red)

  • Share