Kodim Loteng Gelar Komsos Bersama Tokoh Masyarakat Tangkal Radikalisme Dan Sparatisme

  • Share

Lombok Tengah, MediaMe.Id. Kodim 1620/Loteng gelar Komunikasi sosial (Komsos) Cegah tangkal Radikalisme dan sparatisme bersama Tokoh Agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda se kabupaten Lombok Tengah di Aula serbaguna Makodim Jln. Gajah Mada No. 101 Praya, Selasa (8/6/2021).

Kegiatan Komsos yang di gelar Kodim 1620/Loteng tersebut mengusung tema “Meneguhkan Toleransi mencegah Radikalisme dan Sparatisme”.

Dandim 1620/Loteng Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan S.IP, dalam sambutannya di depan para toma, toga, todat dan toda mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu wahana dalam meningkatkan silaturahmi antara para tokoh dengan Kodim 1620/Loteng, serta dalam rangka mewujudkan ketahanan wilayah (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 untuk mencegah dan tangkal Radikalisme/Sparatisme.

Terkait paham Radikalisme dan Sparatisme Dandim menuturkan efektifkan komunikasi kita agar dapat menyampaikan informasi yang seluas-luasnya terutama yang menyangkut potensi-potensi kerawanan yang ada di wilayah demi tetap terpeliharanya kondusifitas di tengah masyarakat.

“Kami berharap agar dalam situasi apapun hendaknya kita semua tetap waspada, tanggap serta tumbuhkan kesadaran akan pentingnya pemahaman terhadap bahaya Radikalisme/Separatisme,”ujar Dandim Loteng.

Menurutnya, Radikalisme adalah suatu paham yang dibuat-buat oleh sekelompok orang yang menginginkan perubahan terhadap NKRI, sedangkan Separatisme adalah gerakan untuk mendapatkan suatu kedaulatan dan memisahkan diri dari suatu wilayah.
“Jadi semua agama baik itu Islam, Hindu, Kristen tidak ada yang mengajarkan kebencian. Agama hadir untuk mempersatukan manusia bukan untuk memecah belah terlebih-lebih mengobarkan kebencian”, jelas Dandim.

Selain itu peranan para tokoh masyarakat yang ada di wilayah sangat penting untuk memberikan pemahaman positif dan rasa toleransi kepada masyarakat khususnya pemuda-pemuda kita sebagai generasi penerus bangsa, bahwa keanekaragaman suku agama dan budaya ini harus kita jaga dalam bingkai kesatuan yang utuh.

“Karena eksistensi penyuluh dan tokoh agama ditengah masyarakat menjadi penyejuk, meluruskan kekeliriuan dalam beragama untuk menyatukan perbedaan,”tandasnya. (ME. Red)

  • Share