Sadis!! FA Bunuh MA Selingkuhannya Dengan Cairan Potasium

  • Share

Lombok Tengah, MediaMe.id – Perbuatan sadis ini berhasil di ungkap, Jajaran penyidik Polres Lombok Tengah (Loteng) Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil mengungkap kasus pembunuhan MA (30) Dusun Tamping Desa Pengembur Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, yang dibunuh kekasihnya sendiri inisial FA (38) sekitar empat bulan lalu menggunakan cairan potasium.

Kematian MA ini penuh misteri, karena dikabarkan hilang sejak empat bulan lalu, tiba-tiba jasadnya ditemukan dalam pondasi rumah dipinggir jalan.

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP I Putu Agus Indra Permana mengatakan kejadian itu terjadi empat bulan lalu dan saat ini Polres Loteng sudah mengamankan pelaku FA (38), yang diduga sebagai tersangka, dalam perkara tindak pidana dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain.

“Setelah melakukan penyelidikan intensif, petugas akhirnya menemukan bukti-bukti dan pelaku mengakui telah membunuh korban empat bulan lalu, dengan cara memberikan cairan racun jenis potasium,” ungkap Kasatreskrim AKP I Putu Agus Indra Permana, Kamis 3 Desember 2020

Agus menuturkan kronologis sesuai hasil keterangan tersangka bahwa, setelah membunuh MA, pelaku mengubur jasad korban disebuah pondasi rumah di pinggir jalan Raya Desa Pengembur, Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Mendengar keterangan itu, petugas langsung bergegas ke lokasi tempat dikubur korban.

“Jasad korban berhasil kita temukan walaupun masih tinggal tulang, dengan keadaan dibungkus menggunakan kain,” tutur Agus.

Agus mengaku, sedang berkoordinasi dengan pihak Biddokes Polda NTB untuk dilakukan otopsi terhadap jasad korban yang sudah ditemukan.

“Sementara ini untuk perkembangan kasus, kita tunggu hasil otopsi dan pemeriksaan lanjut terhadap pelaku,” tegas Agus.

Ia menduga motif pembunuhan ini berawal dari hubungan asmara dan atas perbuatanya pelaku kini mendekam di Polres Lombok Tengah untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Atas perbuatannya pelaku di ancam dengan Pasal 340 KUHP dengan ancaman mati atau seumur hidup atau kurungan penjara selama 20 tahun,” tutup Agus.(ME.red)

  • Share