Ini Kata Gubernur NTB, Soal Lonjakan Positif Covid-19 Di NTB

  • Share

Mataram, MediaMe.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat, (NTB) DR. Zulkieflimansyah menyikapi banyaknya yang terpapar Virus Corona di NTB berasal dari Klaster Gowa semestinya kita tidak terkejut, ungkapnya, Selasa (21-04-2020) melalui akun medsos miliknya.

Selanjutnya mantan Politisi Senayan 2 Periode ini mengatakan
semestinya tidak perlu terkejut karena klaster-klaster Gowa Sulawesi Selatan itu sudah teridentifikasi. Dengan sudah teridentifikasi Insya Allah semakin mudah menanganinya.

“Salah satu cluster yang banyak terkena wabah ini adalah saudara kita Jamaah Tabligh (JT), kebetulan mengikuti acara di Gows. Saya kebetulan pernah ikut aktivitas Jamaah Tabligh ini, sebuah komunitas yang luar biasa, bekerja penuh cinta dan keikhlasan,” ungkapnya.

Selanjutnya Politisi Partai PKS ini mengatakan, kalau kebetulan banyak anggota JT terpapar positif, tentu bukan karena atas kesengajaan. Tapi karena komunitas ini guyub atau bahasa Sunda yakni ramah, sering berjabat tangan dan sering bersama-sama.

“Inilah yang membuat penularan Covid-19 di JT lebih cepat. Oleh karena, jika mau nenyalahkan teman-teman JT tentu tidak tepat, dan teman-teman JT yang kebetulan pernah ke Gowa juga harus terbuka dan sadar bahwa Covid-19 ini bukan aib dan bisa di sembuhkan. Sehingga tak perlu bersikeras untuk tidak mau di tes atau di periksa kesehatan,” kata dia.

Gubernur mengaku, sudah mendata teman-teman klaster Gowa, jumlahnya lebih dari 1000 orang. Hasil Rapid test sementara sebanyak 367 dinyatakan reaktif. Biasanya yang reaktif ini lebih dari 50 persennya bisa jadi positif Covid-19.

Artinya, harus bersiap-siap beberapa hari ke depan terjadi lonjakan jumlah positif Covid-19 di NTB. Tetapi tentu lebih baik menyalakan Lilin dari pada mengutuk kegelapan.

Daerah-daerah yang kebetulah cukup banyak yang hasil rapid test reaktif, harus segera menyiapkan diri dan masyarakat harus secara psikologis disiapkan untuk menerima kenyataan ini.

Namun perlu di ketahui lanjut Gubernur, menyembuhkan yang positif Covid-19 ini sebenarnya tidak susah. Cukup di isolasi selama 14 hari, diberikan makanan yang sehat, cukup vitamin C dan E, berolah raga dan lainnya, Insya Allah sembuh.

“Saya sampaikan data dari klaster Gowa, bukan untuk bikin panik tapi, agar kita lebih dini menyiapkan diri. Ini Insya Allah bisa disembuhkan dan diselesaikan,” tutupnya.(ME.1)

  • Share