Penjelasan Bupati Loteng Terhadap RKU APBD 2022 Di Sidang Paripurna

  • Share

Lombok Tengah, MediaMe.Id. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lombok Tengah menggelar sidang Paripurna dengan agenda, penjelasan Pemerintah Daerah Terhadap Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lombok Tengah Tahun Anggaran 2022, dan Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2021-2026.

Sidang di buka langsung oleh Ketua Dprd Kabupaten Lombok Tengah, M. Tauhid yang didampingi oleh Wakil Ketua DPRD, Plh Sekuan Dprd, Suhadi Kana, S. Sos, Mh.
Sidang Paripurna ini juga langsung dihadiri oleh Bupati Lombok Tengah, HL. Pathul Bahri, SIP, OPD lingkup Lombok Tengah, di Ruang Sidang Utama Dprd Kabupaten Lombok Tengah, 23 – 07, berlansung khidmat dengan prokes Covid-19 yang ketat.

Selanjutnya dalam kesempatan itu Bupati Lombok Tengah, HL. Pathul Bahri mengatakan, berpedoman pada peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah dan peraturan menteri dalam negeri nomor 77 tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah, maka Perencanaan Pembangunan yang akan dianggarkan melalui Apbd, didahului dengan kesepakatan antara Pemerintah Daerah dengan Dprd dalam bentuk Nota Kesepakatan tentang Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA ) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS ). KUA merupakan Dokumen Kebijakan Pemerintah Daerah yang menjadi dasar, arah atau petunjuk dan pedoman dalam penyusunan rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah yang memuat kebijakan pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) Tahun. sedangkan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS ) adalah program prioritas dan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada perangkat daerah untuk setiap program, kegiatan dan sub kegiatan sebagai acuan dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran satuan kerja perangkat daerah. KUA dan PPAS ini diharapkan dapat menjembatani antara arah dan tujuan strategis jangka menengah dengan ketersediaan anggaran, jelasnya.

Rancangan KUA dan PPAS kabupaten lombok tengah tahun anggaran 2022, telah disusun berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2022 dengan arah prioritas pembangunan yang dirumuskan dengan mempertimbangkan hasil evaluasi serta capaian kinerja pembangunan tahun sebelumnya, isu-isu strategis, prioritas pembangunan nasional maupun prioritas pembangunan Provinsi NTB , sasaran pokok dan arahan pembangunan periode ketiga pelaksanaan RPJPD Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2022 -2031, serta penelaahan pokok-pokok pikiran Dprd Kabupaten Lombok Tengah, mengacu dan mempertimbangkan pula visi dan misi bupati dan wakil bupati terpilih serta memperhatikan perkembangan potensi dan kondisi daerah saat ini, paparnya.

Selanjutnya, Pathul mengatakan “Dokumen Rancangan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2022 yang telah disusun oleh Pemerintah Daerah dan telah disampaikan kepada Dprd beberapa hari yang lalu, kiranya dapat segera dibahas pada agenda pembahasan lebih lanjut guna mendapatkan kesepakatan”, harapnya.

Pandemi covid-19 berdampak cukup signifikan baik pada perekonomian dunia maupun dalam negeri. Peningkatan gelombang baru didorong oleh munculnya Varian Baru Virus Corona yang menyebar lebih cepat dan diperkirakan lebih berbahaya. Meski demikian, mulai meluasnya Vaksinasi Global diharapkan dapat menurunkan tingkat infeksi.

Prospek pemulihan ekonomi secara nasional akibat pandemi covid-19 yang telah dan sedang dilaksanakan, diperkirakan memberikan dampak positif bagi pencapaian sasaran pembangunan. Keberhasilan kebijakan penanganan covid-19 akan menjadi kunci meningkatnya keyakinan masyarakat serta dunia usaha, yang kemudian dapat meningkatkan konsumsi dan investasi. pemberian vaksin covid-19 juga akan memulihkan keyakinan masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi.

Dalam pengelolaan Apbd Kabupaten Lombok Tengah Tahun Anggaran 2022, dampak pandemi covid-19 masih merupakan tantangan. Dampak pandemi covid-19 dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir mengakibatkan penurunan potensi pendapatan daerah khususnya pendapatan transfer dari pemerintah pusat yang merupakan sumber pendapatan utama, serta adanya beban pemenuhan kebutuhan penyesuaian penggunaan (refocusing) anggaran belanja dalam rangka penyediaan dukungan pendanaan untuk belanja kesehatan penanganan covid-19 dan belanja prioritas lainnya serta dukungan upaya pemulihan ekonomi daerah.

Kinerja pembangunan ekonomi di Kabupaten Lombok Tengah di berbagai sektor mengalami penurunan sebagai akibat dari terjadinya pandemi covid-19. Namun demikian, beberapa sektor seperti konstruksi, informasi dan komunikasi, serta jasa keuangan dan asuransi mampu bertahan dan tumbuh pada masa pandemi covid-19. Pelaksanaan upaya pemulihan ekonomi di Kabupaten Lombok Tengah terus digalakkan melalui beragam program pemulihan ekonomi dan terus menggalakkan pula penerapan protokol kesehatan, terutama pada sektor-sektor yang mengharuskan tatap muka atau kontak langsung serta dalam memberikan layanan publik kepada masyarakat, termasuk penerapan protokol kesehatan dalam berbagai bidang usaha dalam rangka mencegah meluasnya pandemi covid-19.
Pemulihan kesehatan dengan mewujudkan herd immunity diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat dan dunia usaha untuk meningkatkan perekonomian Lombok Tengah baik dari sisi investasi maupun konsumsi.

Disamping itu, lanjutnya Pathul perlindungan sosial dan stimulus bagi masyarakat terdampak covid–19 perlu terus dikembangkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Dengan demikian Tahun 2022 akan menjadi momen untuk pemulihan dan penguatan struktur perekonomian Lombok Tengah.
Dengan mempertimbangkan kondisi perkembangan perekonomian dan proyeksi perekonomian daerah Tahun 2022, maka asumsi ekonomi makro Kabupaten Lombok Tengah Tahun Anggaran 2022, “Pertumbuhan Ekonomi berada pada kisaran 2,6 – 3,1 persen, Tingkat kemiskinan kisaran sebesar 13,28 – 13,33 Persen, Gini Ratio dikisaran angka sebesar 0,328 – 0,329 Persen,
Tingkat pengangguran terbuka kisaran sebesar 2,75 – 2,80 Persen; dan Indeks pembangunan manusia (IPM ) berada dikisaran angka sebesar 66,56 – 66,61 Persen”, jelasnya.

Lebih jauh Bupati Lombok Tengah ini meyampaikan, Kebijakan Penganggaran Pendapatan Daerah pada Tahun 2022, diarahkan dalam rangka mengoptimalkan kembali target PAD berdasarkan potensi yang ada dengan mempertimbangkan pula optimisme bahwa perkembangan perekonomian global, domestik maupun regional membaik pada tahun 2022 disertai peningkatan strategi dalam upaya pencapaiannya. Terhadap penganggaran pendapatan dana transfer dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah provinsi didasarkan pada ketentuan yang berlaku,ujarnya.

Berdasarkan hasil analisis potensi sumber-sumber Pendapatan Daerah, realisasi penerimaan pendapatan daerah beberapa tahun anggaran sebelumnya dengan mempertimbangkan pula perkembangan penanganan dampak pandemi covid-19 dengan upaya-upaya pemulihan serta pencapaian program vaksinasi akan berpengaruh besar terhadap kondisi perekonomian global, domestik maupun regional yang diharapkan relatif membaik pada Tahun 2022, maka target penerimaan Pendapatan Daerah pada Tahun Anggaran 2022 diproyeksikan sebesar Rp.2.206.010.998.147 (Dua Triliun Dua Ratus Enam Miliar Sepuluh Juta Sembilan Ratus Sembilan Puluh Delapan Ribu Seratus Empat Puluh Tujuh Rupiah).

Target pendapatan daerah dalam rancangan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2022, mengacu pada dokumen RKPD Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2022, meliputi, Pendapatan asli daerah
PAD pada tahun anggaran 2022 ditargetkan sebesar Rp. 251.806.714.622 (Dua Ratus Lima Puluh Satu Miliar Delapan Ratus Enam Juta Tujuh Ratus Empat Belas Ribu Enam Ratus Dua Puluh Dua Rupiah) atau mengalami peningkatan sebesar Rp.19.420.913.185 (Sembilan Belas Miliar Empat Ratus Dua Puluh Juta Sembilan Ratus Tiga Belas Ribu Seratus Delapan Puluh Lima Rupiah) dari target PAD pada APBD induk Tahun Anggaran 2021 yaitu sebesar Rp. 232.385.801.437 (Dua Ratus Tiga Puluh Dua Miliar Tiga Ratus Delapan Puluh Lima Juta Delapan Ratus Satu Ribu Empat Ratus Tiga Puluh Tujuh Rupiah).

Peningkatan target PAD pada Tahun Anggaran 2022 tersebut, bersumber dari penambahan target pajak daerah sebesar Rp. 15.000.000.000 (Lima Belas Miliar Rupiah), dan penambahan target Retribusi Daerah sebesar Rp. 4.420.913.185 (Empat Miliar Empat Ratus Dua Puluh Juta Sembilan Ratus Tiga Belas Ribu Seratus Delapan Puluh Lima Rupiah), jelasnya.

Pathul menyampaikan, Visi yang kami usung dalam rancangan RPJMD ini adalah beriman sejahtera bermutu maju dan berbudaya (bersatu jaya). untuk mewujudkan visi tersebut dilakukan melalui 5 (lima) Misi,
Merawat akhlaqul karimah dalam kehidupan bermasyarakat;
Mencapai sumberdaya yang cerdas, mandiri, dan unggul;
Pelayanan umum pemerintahan yang mudah, cepat dan bersih;
Pembangunan ekonomi yang berkesinambungan dan berkelanjutan di dukung infrastruktur berkualitas,urainya.

Penyampaian Ranperda tentang RPJMD ini dimaksudkan untuk mendapatkan legalitas melalui persetujuan dari Dprd Kabupaten Lombok Tengah, untuk menjadi peraturan daerah yang merupakan pedoman bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam merencanakan, membiayai dan melaksanakan pembangunan di Wilayah Kabupaten Lombok Tengah, guna mencapai visi dan misi yang diemban oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menjadikan Loteng Lebih baik, tutupnya. (ME. Red)

  • Share