6 Anggota Keluarga Positif Covid-19 Asal Mataram, NTB Tembus 275 Kasus

  • Share

Mataram, MediaMe.id – Penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di 10 Kabupaten dan Kota di Nusa Tenggara Barat, semakin memprihatinkan, diantaranya hari ini Senin (04/05) terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 7 kasus, 6 kasus positif Covid-19 tersebut berasal dari Kota Mataram dan masih ada hubungan kekerabatan yang erat.

Ketua Gugus Tugas Harian Covid-19 Drs. HL. Gita Ariadi, M. Si menyatakan dalam rilis terbaru secara detail sebagai berikut, telah diperiksa di Laboratorium RSUD Provinsi NTB sebanyak 77 sampel swab dengan hasil 67 sampel negatif, 3 (tiga) sampel positif ulangan, dan 7 (tujuh) sampel kasus baru positif Covid-19. Kasus baru positif tersebut :

• Pasien nomor 269, an. An. RRA, laki-laki, usia 9 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 233. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.

• Pasien nomor 270 ,an. Ny. N, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 233. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.

• Pasien nomor 271, an. Tn. MS, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 233. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.

• Pasien nomor 272, an. Tn. ZH, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 233. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.

• Pasien nomor 273, an. An. RRH, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 233. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.

• Pasien nomor 274, an. Ny. M, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 233. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.

• Pasien nomor 275, an. An. ENP, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik.

Sementara itu L. Gita menyatakan, Selain adanya kasus baru, hari ini juga terdapat 4 (empat) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah
pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu,

• Pasien nomor 96, an. Ny. JH, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Moyot, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;

• Pasien nomor 98, an. Tn. U, laki-laki, usia 74 tahun, penduduk Desa Pauk Lombok, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur.

• Pasien nomor 155, an. Tn. RW, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.

• Pasien nomor 156, an. Tn. AP, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Dengan adanya tambahan 7 (tujuh) kasus baru terkonfirmasi positif, 4 (empat) tambahan kasus sembuh baru, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (4/5/2020) sebanyak 275 orang, dengan perincian 47 orang sudah sembuh, 5 (lima) meninggal dunia, serta 223 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Lebih jauh Gita menjelaskan, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi Positif Populasi berisiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), yaitu Tenaga Kesehatan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) terutama yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Sebanyak 522 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil tidak ada yang reaktif, 1.316 ODP/OTG diperiksa dengan hasil 59 orang (4,5%) reaktif, dan 2.196 PPTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 491 orang (22,4%) reaktif, serta PPTG perjalanan Bogor diperiksa 101 orang dengan hasil 14 orang (13,9%) reaktif. Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegakan
diagnosa Covid-19.

Beberapa kasus positif Covid-19 diantaranya menimpa hampir seluruh anggota keluarga, sehingga terpaksa harus meninggalkan anak-anak dibawah umur untuk menjalani perawatan dan isolasi.

Terhadap hal ini akan ada pendampingan khusus dari DP3AP2KB Provinsi NTB beserta pemerintah daerah terkait bekerjasama dengan lembaga-lembaga sosial dan perlindungan anak serta tetangga-tetangga terdekat supaya dapat menjamin kebutuhan pokok sekaligus rasa aman kepada anak-anak yang untuk sementara waktu ditinggalkan tersebut. Dalam masa-masa ini, gotong royong dan kebersamaan menjadi hal yang sangat penting agar pandemi Covid-19 ini dapat kita lalui dan bisa segera berakhir. Selain itu dihimbau kepada masyarakat untuk dapat bijak menggunakan media sosial, tidak mengunggah foto dan video serta pernyataan-pernyataan yang meresahkan, menakutkan dan bersifat provokatif.

Gita juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. (ME.red)

  • Share