Eks Driver Indomart Tuntut Pesangon

  • Share

Lombok Tengah, MediaMe.Id Ditengah himpitan ekonomi akibat dampak pandemi covid-19 mantan drive atau sopir Indomart ini menuntut pesangon yang merupakan hak mereka ke Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans), Kamis, 7 – 10.

Aksi 10 mantan sopir Retail Modern Indomart ini di respon cepat Disnakertrans Lombok Tengah dengan langsung mendatangkan pihak Indomart.

Mereka diterima langsung oleh Kepala Disnakertrans Loteng Drs. L. Karyawan, M. Sc dengan didampingi, L. Syukron, SH, MHK dan HRD Indomart Aang Mei Andrianto Dkk.

“Adapun tuntutan mereka, meliputi pembayaran uang insentif, pemberhentian secara sepihak, lembur bekerja 24 Jam, Laka yang harus mereka ganti dan hak atas cuti yang tidak pernah di ambil untung bisa diuangkan saja ungkapnya salah satu perwakilan sopir tersebut,” jelas Toni.

Sepuluh mantan Drive Indomart ini yang rata-rata bekerja 1,8 Bulan dan melayani pendistribusian logistik seluruh cabang Indomart yang ada di Nusa Tenggara Barat dan tentu saja pekerjaan yang cukup berat, misalnya mengirim barang ke Pulau Sumbawa.

“Kami berangkat jam 12 Malam dan balik ke Lombok sampai sore kadang malam dan pemberhentian kontrak kerjaya berjarak 2 hari seakan pihak perusahaan merekayasa biar tidak bayar hak kami,” keluh Toni.

Sementara itu L. Karyawan mengatakan aksi mereka ini diapresiasi pihak Disnakertrans pasalnya tidak teriak sambil pukul pukul meja tetapi dengan mekanisme yang baik.

“pihaknya bersama Indomart selaku pengusaha akan mencarikan jalan keluar yang terbaik untuk kedua belah pihak, baik karyawan maupun pihak pengusaha dan pemerintah akan hadir untuk menengahi ini, sehingga roda perekonomian berjalan dengan baik, sesuai dengan visi Lombok Tengah yang aman dan sejahtera,” terangnya.

Sementara Aang Mei Andrianto selaku HRD Indomart mengatakan semua tuntutan dari kawan kawan ini telah di catat dan beberapa poin nanti akan di bahas bersama pihak pusat diantaranya Lembur karena sering pulang malam.

“Mengenai pembayaran konvensasi dari 11 Driver yang sudah mendapatkan konvensasi 8 orang sesuai dengan UU Cipta Kerja yang mulai berlaku pada 7 Februari 2020 itu terkait pembayaran konvensasi,” ungkapnya.

Sementara itu Pengawas Ketenagakerjaan Ahmad Paizan, SH menegaskan berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 harus dijadikan acuan karna aturan tersebut tidak berlaku serta merta.

“Jika orang sudah bekerja wajib untuk mendapatkan pesangon “, pungkasnya. (ME. Red)

 

  • Share